Sabtu, 11 Desember 2010

SEBERAPA TAHANKAH KITA TERHADAP KRITIK ???


Kalau disuruh mencela dan mengkritik orang lain, jujur saja, kita pasti 'senang' melakukannya kan bukan???
tapi bagaimana kalau kita di posisi mereka ?
Dikritik, dicela, dianggap selalu salah...hmm... seberapa sih kita bisa tahan ?
selalu terjadi tuduh menuduh atau menganggap diri paling hebat.,,menganggap diri paling benar,,,

Suatu hari, kita mungkin akan mengeluarkan kritikan semacam itu kepada teman2 kita,,sahabat2 kita,,atau bahkan kepada sanak family. Tapi bukan tak mungkin,di hari lain, kitalah yang akan menerima kritikan itu.
Kalau itu terjadi padakamu, bagaimana rasanya???
dikecam, disindir atau dicerca di depan banyak orang atau secara tersembunyi, bagaimanapun, bukan hal yang menyenangkan. Kesal,dongkol ...bahkan bisa marah ? sangat mungkin terjadi. Tetapi, seberapa dewasa kita untuk bisa mengakui bahwa kritik itu justru menjadi cambuk buat kita sendiri ?



Pernahkah kita sedikit berpikir positif di tengah-tengah kemarahan kita ketika sedang dikritik, bahwa sebenarnya kritik mencerminkan perhatian orang lain terhadap diri kita?
Kalau pikiran-pikiran baik itu hampir tak pernah terlintas di benakmu, maka mungkin beberapa tips berikut ini berguna supaya kita  'tahan' kritik. aku baca di kompas.com...mudah2an bisa jadi referensi....

TIPS::

JANGAN TERBURU MARAH..Siapa sih yang tidak kesal atau marah kalau mendapat kritikan yangmenohok ? Tapi jujur saja, tiap orang berhak untuk melontarkan pendapat tentang anda, begitu pula sebaliknya. Dan kenyataannya,objektivitas selalu lebih besar bisa kita dapat dari kaca mata orangl ain. Sebab itu, tahanlah amarah anda ketika seseorang mengkritik anda. Dengarkan saja, bahkan kalau perlu catat dan lalu renungkanlah di rumah dengan pikiran yang dingin. Dengan marah, tak ada yang bisa anda lakukan dan tak sedikitpun anda maju ke tingkat yang lebih baik.

TERBUKALAH UNTUK MENGAKUI..Pernahkah anda lihat seseorang yang bebal ---sudah dikritik berulangkali, tetapi tetap saja melakukan kesalahan yang sama?. Memang, ada banyak alasan mengapa orang tak mengacuhkan kritik orang lain terhadapnya. Tetapi, salah satu yang kerap menjadi sebab mengapa anda atau kita tak hirau dengan kritik, adalah karena kita menutup diri untuk secara terbuka mengakui bahwa kita salah. Atau minimal mengakui bahwa "Oh ya, dia benar. Itulah sebenarnya saya. Mestinya saya merubah sesuatu dalam diri saya,". Dengan menyikapi kritik secara terbuka, anda akan terlihat lebih simpatik. Pahami ketidak cocokan orang lain terhadap perilaku atau sikap anda, sebagaimana kalau anda merasa tidak senang terhadap tindakan orang lain. Dengan kata lain, bersikaplah empatik. Dengan demikian, anda akan cenderung bisa bersikap lebih tepat menghadapi kritik itu.

MINTALAH DIKRITIK SECARA SPESIFIK...Belajarlah mengakui bahwa kemungkinan kritik yang dilontarkan orang lain terhadap diri anda itu benar. Dengan demikian, anda punya keinginan untuk belajar bagaimana orang lain ingin anda bersikap.

Tapi, ada baiknya anda meminta orang lain mengkritik anda lebih spesifik, agar anda benar-benar mengerti dimana sebenarnya masalah orang lain terhadap diri anda. Sehingga, antara anda dan teman yang mengkritik itu bisa saling memahami dengan jelas kondisi yang sebenarnya. Dengan begitu, akan lebih mudah jalan untuk memperbaiki apa yang tidak menyenangkan terhadap diri anda, di mata orang lain.

JANGAN BALAS MENGKRITIK...Mensikapi kritik tidak berarti dengan balas mengkritik.Ketika kita dikritik, bersikaplah sungguh-sungguh akomodatif. Membalas kritik dengan kritik lagi, sama saja menyulut perdebatan yang tidak perlu.Jangan biasakan diri anda menyukai debat kusir, mendramatisir kata-kata atau kondisi yang hanya akan memberi sinyal terhadap teman bahwa anda defensif. Ibaratnya, kritik adalah api. Memadamkannya adalah dengan air, bukan dengan api lagi. Menghadapi teman,berusahalah selalu akomodatif dan hindari perdebatan yang tidak substantif.


MINTALAH SARAN KONSTRUKTIF...Kadang, kita ingin merubah diri tapi tak tahu bagaimana caranya.Mungkin teman anda punya jalan keluarnya. Jadi mengapa tak bertanya padanya ? Satu hal, sering kita malu kalau orang lain tahu betapa kita bodoh dan tak tahu harus berbuat apa. Tapi dengan mengakuinya dengan jujur dan jiwa besar, orang lain pasti akan dengan senang hati membantu anda.

Memperlihatkan bahwa kita membutuhkan orang lain untuk perbaikan diri kita secara positif, justru akan menimbulkan reaksi yang simpatik dari lingkungan sekelilingmu. Kalau kita tak bisa membantu diri kita, berikanlah kesempatan orang lain melakukannya untuk kita....

Ok frenz....mudah2an brmanfaat...
sorry,,aku gak brmaksud apa2 kasih note ini untuk menyinggung kalian,,,^_^

0 komentar:

Posting Komentar

 
footer