Minggu, 12 Desember 2010

Pentingnya Kelekatan Pada Anak

0 komentar
Kelekatan adalah proses berkembangnya ikatan emosional secara timbal balik antara anak dengan pengasuh. kelekatan yang baik dan sehat dialami anak yang menerima kasih sayang yang stabil dari kehadiran orangtua yang konsisten sehingga anak dapat merasakan sentuhan hangat, gerakan lembut, kontak mata yang penuh kasih dan senyuman pengasuhannya.

 Manfaat kelekatan:
  1. Rasa percaya diri
  2. Kemampuan membina hubungan yang hangat
  3. Mengasihi sesama dan peduli pada orang lain
  4. Disiplin
  5. Pertumbuhan inteletual dan psikologi
Salah satu faktor penyebab gangguan kelekatan pada anak adalah kekerasan terhadap anak (KtA). Anak sering menjadi objek kekerasan dimana anak harus menurut pada orang yang lebih tua (Pelabelan), posisi anak sebagai PELENGKAP bukan PEMERAN UTAMA, dan ambisi yang berlebihan dari orangtua.

Anak belajar dari Kehidupannya

0 komentar
Jika Anak dibesarkan dengan celaan,
ia akan belajar memaki

Jika anak dibesarkan dengan perkelahian,
ia akan belajar berkelahi

Jika anak dibesarkan dengan cemooh,
ia akan belajar menyesali diri

Jika anak dibesarkan dengan hinaan,
ia akan belajar menyesali diri

Sabtu, 11 Desember 2010

Menghadapi Ledakan Emosi Anak

0 komentar
Hmm,,Trinsipirasi dr curhat temenku ttg keponakannya yg meluapkan emosi,,slain itu curhat temenku ttg tantenya yg tdk bisa mengendalikan emosi anak malah hnya mengalah dgn emosi anak itu sndri,,,jadi inget masa2 kuliah,,masa2 mendapat ilmu teori,,apalagi membaca buku karangan Euis sunarti "Mengasuh dengan Hati"...semakin ingin memberikan artikel ini untuk para orangtua ataupun calon orangtua yg superr Hebat!!!

Tingkah laku kemarahan anak Anda yang masih kecil tidak kunjung berhenti juga hari itu. Terdengar jeritan tingginya begitu memekakkan telinga. Dan banyak barang telah menjadi sasaran kemarahannya. Semua tindakan orangtua jadi salah. Secara naluriah, Anda ingin pergi meninggalkan situasi seperti ini bukan?? Namun ini bukanlah pilihan bijaksana. Pastilah ada solusi pemecahannya.


Kenapa Emosi Anak-anak Bisa Meledak?

Orangtua ternyata Pemicu Konflik diri Anak Lho!!!

0 komentar

Sony sedang bermain bola di halaman. Tiba-tiba ………. pyaarrrrr! Bolanya mengenai pot tanaman mahal dan membuatnya pecah berkeping-keping. Ia sangat ketakutan karena itu adalah pot tanaman kesayangan mamanya. Ia segera menyembunyikan bolanya dan bergegas masuk ke kamar membaca buku.

Tak berapa lama ia mendengar langkah kaki mamanya baru datang dari kantor memasuki rumah sambil berteriak, ”Bibi …….. siapa yang pecahkan pot tanaman di depan?” Bibi pembantu rumah tangga ketakutan melihat pot tanaman tersebut telah pecah berkeping-keping. ”Bibi tidak tahu. Dari tadi Bibi di belakang menyeterika pakaian dan tak mendengar apapun. Maaf Bibi benar-benar tidak tahu hal ini terjadi!”

”Sony! Di mana kamu? Cepat ke sini!”, teriakan mamanya mengejutkan Sony yang sudah gemetaran. Pintu kamarnya tiba-tiba terbuka dan wajah mamanya muncul seraya mengatakan, ”Sony siapa yang memecahkan pot tanaman Mama di depan ? ” Jantung Sony berdegup kencang. Apa yang harus ia katakan ? Berkata jujur pasti dimarahi juga. Seperti kejadian yang lalu ia berkata jujurpun masih diomelin dan dihukum. Berkata bohong atau pura-pura tidak tahu juga dihukum. Saat itu tak ada yang bisa menolongnya. Orangtua yang menjadi tempatnya berlindung saat ini menjadi musuh yang siap menerkam dirinya. Ia bingung. Ia cemas. Ia ketakutan. Ia tak punya tempat berlindung. Konflik seperti ini yang tak pernah ia mengerti sering terjadi dalam kesehariannya. Harus bagaimanakah ia bersikap ?


SEBERAPA TAHANKAH KITA TERHADAP KRITIK ???

0 komentar

Kalau disuruh mencela dan mengkritik orang lain, jujur saja, kita pasti 'senang' melakukannya kan bukan???
tapi bagaimana kalau kita di posisi mereka ?
Dikritik, dicela, dianggap selalu salah...hmm... seberapa sih kita bisa tahan ?
selalu terjadi tuduh menuduh atau menganggap diri paling hebat.,,menganggap diri paling benar,,,

Suatu hari, kita mungkin akan mengeluarkan kritikan semacam itu kepada teman2 kita,,sahabat2 kita,,atau bahkan kepada sanak family. Tapi bukan tak mungkin,di hari lain, kitalah yang akan menerima kritikan itu.
Kalau itu terjadi padakamu, bagaimana rasanya???
dikecam, disindir atau dicerca di depan banyak orang atau secara tersembunyi, bagaimanapun, bukan hal yang menyenangkan. Kesal,dongkol ...bahkan bisa marah ? sangat mungkin terjadi. Tetapi, seberapa dewasa kita untuk bisa mengakui bahwa kritik itu justru menjadi cambuk buat kita sendiri ?

Tiap Hari adalah Istimewa

0 komentar
Kakak iparku membuka laci lemari pakaian kakakku yang paling bawah, lalu mengambil sesuatu terbungkus tissue putih dan mengulurkannya kepadaku sambil berkata: “Ini pakaian dalam yang sangat spesial.”

Kubuka bungkusan itu, dan kutemukan sebuah pakaian dalam yang sangat menawan, lembut, terbuat dari sutera, disulam tangan, dengan tali sangat lembut. Tag harga masih tertempel, dengan kode-kode penjualannya yang rumit.

“Jane membelinya 8 atau 9 tahun yang lalu, dan belum pernah memakainya.Katanya ia ingin memakainya untuk suatu kesempatan yang sangat istimewa.Yah, rasanya inilah hari yang istimewa itu,” kata kakak iparku lemah.


Berapa lama kita di kubur??????

0 komentar
Awan sedikit mendung, ketika kaki kaki kecil Yani berlari-lari gembira di atas jalanan menyeberangi kawasan lampu merah Karet.
Baju merahnya yg Kebesaran melambai Lambai di tiup angin. Tangan kanannya memegang Es krim sambil sesekali mengangkatnya ke mulutnya untuk dicicipi, sementara tangan kirinya mencengkram Ikatan sabuk celana ayahnya.

Yani dan Ayahnya memasuki wilayah pemakaman umum Karet, berputar sejenak ke kanan & kemudian duduk Di atas seonggok nisan “Hj Rajawali binti Muhammad 19-10-1915 : 20- 01-1965 ”
“Nak, ini kubur nenekmu mari Kita berdo’a untuk nenekmu” Yani melihat wajah ayahnya, lalu menirukan tangan ayahnya yg mengangkat ke atas dan ikut memejamkan mata seperti ayahnya. Ia mendengarkan ayahnya berdo’a untuk Neneknya…


Kisah SApi dan Ayam

0 komentar
"Kenapa sih??" kata seorang kaya kepada pelayannya. "Orang-orang mengataiku pelit. Padahal semua orang kan tahu kalau aku wafat nanti, aku akan memberikan semua yang aku punya pada yayasan sosial dan panti asuhan!"

"Akan saya ceritakan fabel tentang ayam dan sapi, " jawab pelayannya.
"Sapi begitu populer, sedangkan sang ayam tidak sama sekali.
Hal ini sangat mengherankan sang ayam.
Orang-orang berkata begitu manis tentang kelemahlembutan dan matamu yang begitu memancarkan penderitaan," kata ayam ke sapi.

Rautan Meja Kayu

0 komentar
Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih.

Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh Ke bawah.

Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak. Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. "Kita harus lakukan sesuatu," ujar sang suami. "Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini."


Cara Mudah Bahagia

0 komentar
Pencerahan buat teman2ku semua..
semoga bermanfaat..^^

Ada seorang anak yang ayahnya meninggal dunia sejak kecil. Merasa ingin membahagiakan ayahnya, dia tidak tahu bagaimana caranya. Dia menyalahkan kakak-kakaknya yang tidak pernah bercerita tentang ayahnya. Padahal sebagai anak terakhir dia merasa berhak untuk mendapatkan penjelasan tentang sosok ayahnya.

Bertahun-tahun hubungannya tidak harmonis dengan kakak-kakaknya, dia merasa tidak mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang cukup. Tidak ada yang membimbing dan mengarahkan dalam kehidupan, dia merasa sendiri dan hidup sepi. Semua itu tidak akan pernah terjadi seandainya jika ayahnya ada. Begitulah yang selalu dipikirkannya.

Jangan Lari dari Ujian Hidup!!!!

0 komentar
Hidup tidak selamanya mudah. Tidak sedikit kita saksikan orang menghadapi kenyataan hidup penuh dengan kesulitan. Kepedihan. Dan, memang begitulah hidup anak manusia. Dalam posisi apa pun, di tempat mana pun, dan dalam waktu kapan pun tidak bisa mengelak dari kenyataan hidup yang pahit. Pahit karena himpitan ekonomi. Pahit karena suami/istri selingkuh. Pahit karena anak tidak saleh. Pahit karena sakit yang menahun. Pahit karena belum mendapat jodoh di usia yang sudah tidak muda lagi.

Sayang, tidak banyak orang memahami kegetiran itu dengan kacamata positif. Kegetiran selalu dipahami sebagai siksaan. Ketidaknyamanan hidup dimaknai sebagai buah dari kelemahan diri. Tak heran jika satu per satu jatuh pada keputusasaan. Dan ketika semangat hidup meredup, banyak yang memilih lari dari kenyataan yang ada. Atau, bahkan mengacungkan telunjuk ke langit sembari berkata, “Allah tidak adil!”

Jumat, 10 Desember 2010

Maafkan Saya Mengeluh...

0 komentar
Hari ini di sebuah bus

aku melihat seorang gadis cantik dengan rambut pirang
Aku iri melihatnya
Dia tampak begitu ceria, dan kuharap akupun sama
Tiba-tiba dia terhuyung-huyung berjalan
Dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu
Namun ketika dia lewat, dia tersenyum
Oh Tuhan, maafkan aku bila aku mengeluh
Aku punya dua kaki. Dunia ini milikku !

Inget Mati Yukk...

0 komentar
Bagaimana rasanya jika berselubung di dalam selimut tebal di waktu tengah hari? Tanpa kipas, AC, jendela dan pintu ditutup rapat. Siapakah yang mampu bertahan lebih dari 30 menit ? Apalagi disaat gelap gulita atau saat mati lampu,,tak tampak satu pun benda ataupun manusia yang terlihat,,terasa sesak, sendiri dan sepi,,Sudah tentu pikiran bahkan tubuh tidak mampu menanggung ketidaknyamanan tersebut. Itulah yang aku rasakan saat mati lampu,,ketakutan yang mencekam dan seolah-olah ruangan yang besar menjadi sangat sempit,,alih-alih orang yang disebelahku akan ikut merasakan ketakutan dan histerisku,,bahkan tidak luput dari cakaran, genggaman, ataupun teriakan ketakutanku yang bisa memecah gendang telinga mereka,,ck,,ck,,astagfirullah,,maafkan aku kawan,,,,


Setiap kali aku pikirkan kembali, aku terpikir keadaan di alam barzakh kelak. terutamanya di liang lahad yang sempit, tertutup, tanpa AC, kasur, jendela serta kipas itu. Dalam alam barzakh adakah pancaindera dan penilaian pikiran terhadap alam ini sama seperti semasa hidup?
Banyak yang menjawab : “Tidak” apabila aku utarakan hal ini. Apa jawaban yang sebenarnya??

ADAB SALAM.....

0 komentar


Salah satu bentuk ibadah yang terlalaikan, namun dianggap sebagai hal biasa di kalangan kaum muslimin sekarang ini adalah menulis salam dengan disingkat. Padahal telah diketahui bahwa dalam kaidah penggunaan bahasa Arab, kesempurnaan tulisan dan pembacaan lafadz akan mempengaruhi arti dan makna dari sebuah kata dan kalimat.

Lalu, bagaimana jika salam disingkat dalam penulisannya?
Apakah akan merubah arti dan makna kalimat tersebut?

Adab Menulis Salam

 
footer